Medan — Kiprah alumni Program Studi Sarjana Pendidikan Agama Islam (PAI) dalam mengembangkan pendidikan dan dakwah Islam di tingkat Internasional kembali menunjukkan kontribusi nyata perguruan tinggi dalam mencetak lulusan yang bermanfaat bagi masyarakat. Hari Mulya, alumni S1 PAI, kini berkiprah di Malaysia sebagai tenaga pengajar Agama Islam di Maahad Integrasi MADAD (MIM) Kuala Muda, Sungai Petani, Kedah, sekaligus menjalankan amanah sebagai imam masjid.
Perjalanan Hari Mulya menjadi salah satu gambaran bahwa kompetensi yang diperoleh selama menempuh pendidikan di perguruan tinggi dapat dikembangkan dalam berbagai ruang pengabdian, baik melalui pendidikan formal maupun pelayanan keagamaan di tengah masyarakat. Sebagai pengajar di lembaga pendidikan Islam, ia turut mengambil bagian dalam proses pembinaan generasi muda, sementara perannya sebagai imam masjid menjadi bagian dari pelayanan spiritual dan penguatan kehidupan keagamaan masyarakat.
Tidak hanya aktif dalam lingkungan pendidikan dan masjid, Hari Mulya juga memanfaatkan perkembangan teknologi digital sebagai sarana dakwah. Melalui kanal YouTube Hari Mulya, yang tercatat memiliki sekitar 3,57 ribu pelanggan (subscriber), ia memperluas ruang penyampaian pesan-pesan keislaman kepada masyarakat melalui platform digital.
Pemanfaatan media digital tersebut menunjukkan bahwa dakwah dapat dikembangkan secara adaptif mengikuti perubahan pola komunikasi masyarakat. Kehadiran platform YouTube memungkinkan pesan-pesan keagamaan menjangkau khalayak yang lebih luas, melampaui batas geografis dan ruang pertemuan konvensional. Dengan demikian, peran seorang pendidik dan imam masjid tidak hanya berlangsung secara langsung, tetapi juga berpotensi diperluas melalui pemanfaatan teknologi informasi.
Kiprah Hari Mulya memiliki relevansi dengan sejumlah tujuan dalam Sustainable Development Goals (SDGs) atau Tujuan Pembangunan Berkelanjutan yang dicanangkan Perserikatan Bangsa-Bangsa.
Pertama, SDG 4: Pendidikan Berkualitas (Quality Education). Perannya sebagai pengajar di Maahad Integrasi MADAD menunjukkan keterlibatan alumni dalam penyelenggaraan pendidikan dan pembinaan generasi muda. Pendidikan agama yang disampaikan secara bertanggung jawab dapat berkontribusi terhadap pembentukan karakter, penguatan nilai moral, dan pengembangan kepribadian peserta didik.
Kedua, SDG 16: Perdamaian, Keadilan, dan Kelembagaan yang Tangguh (Peace, Justice and Strong Institutions). Peran sebagai imam masjid memberikan ruang pengabdian melalui pembinaan spiritual dan kehidupan bermasyarakat. Dalam konteks ini, masjid dapat menjadi ruang untuk menumbuhkan nilai-nilai perdamaian, tanggung jawab sosial, kepedulian, serta kehidupan masyarakat yang harmonis.
Ketiga, SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan (Partnerships for the Goals). Kiprah alumni yang berkarya di Malaysia menggambarkan mobilitas sumber daya manusia di bidang pendidikan dan keagamaan lintas negara. Pengalaman tersebut berpotensi membuka ruang pertukaran pengetahuan, penguatan jejaring alumni, dan pengembangan kolaborasi pendidikan Islam antara Indonesia dan Malaysia.
Selain itu, pemanfaatan YouTube sebagai media dakwah memiliki keterkaitan dengan upaya memperluas akses terhadap informasi dan pengetahuan melalui teknologi digital. Kontribusi ini dapat mendukung penyebaran materi edukatif yang mudah dijangkau masyarakat, sepanjang konten yang disampaikan akurat, bertanggung jawab, dan bermanfaat.
Alumni sebagai Representasi Dampak Pendidikan Tinggi
Kiprah Hari Mulya menjadi gambaran bahwa keberhasilan pendidikan tinggi tidak hanya tercermin dari capaian akademik lulusan, tetapi juga dari kontribusi mereka dalam menjalankan profesi dan memberikan manfaat bagi masyarakat. Pengabdian melalui pendidikan, pelayanan keagamaan, dan pemanfaatan media digital memperlihatkan beragam ruang aktualisasi kompetensi lulusan Pendidikan Agama Islam.
Bagi Program Studi S1 Pendidikan Agama Islam, kisah ini dapat menjadi bagian dari publikasi capaian alumni sekaligus penguatan komitmen terhadap pendidikan yang berdampak. Jejak pengabdian alumni di tingkat internasional diharapkan dapat menginspirasi mahasiswa untuk mengembangkan kompetensi pedagogis, integritas pribadi, kemampuan beradaptasi dengan teknologi, serta semangat pengabdian kepada masyarakat.
Melalui kiprah alumni seperti Hari Mulya, pendidikan Islam diharapkan terus mengambil bagian dalam pembangunan sumber daya manusia yang berkarakter, memperkuat kehidupan sosial yang harmonis, dan mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan.

