MEDAN, 4 Juni 2026.- Mahasiswa Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) S1, Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) UIN Sumatera Utara, menunjukkan kepedulian nyata terhadap pelestarian lingkungan melalui kegiatan ekoteologi berupa penanaman 50 pohon gaharu dan 100 tanaman bunga krokot bersama Pimpinan Fakultas.
Kegiatan ini menjadi wujud nyata integrasi nilai-nilai keislaman dengan kepedulian ekologis di lingkungan perguruan tinggi. Tidak hanya berorientasi pada penghijauan kampus, kegiatan tersebut juga menjadi sarana edukasi bagi mahasiswa untuk memahami bahwa menjaga kelestarian alam merupakan bagian dari tanggung jawab moral, sosial, dan spiritual manusia sebagai khalifah di bumi.
Pelaksanaan kegiatan bersama pimpinan FITK ini memperlihatkan pentingnya kolaborasi antara unsur pimpinan fakultas dan mahasiswa dalam membangun budaya akademik yang peduli terhadap keberlanjutan lingkungan. Melalui aksi sederhana tetapi berdampak jangka panjang ini, mahasiswa didorong untuk tidak hanya mempelajari nilai-nilai agama di ruang kelas, tetapi juga menerapkannya dalam tindakan nyata.
Penanaman 50 pohon gaharu diharapkan dapat memberikan manfaat ekologis dalam jangka panjang, sedangkan 100 tanaman bunga krokot turut memperindah lingkungan dan menambah keasrian kawasan kampus. Kombinasi penanaman pohon dan tanaman hias tersebut menjadi bagian dari upaya membangun lingkungan pendidikan yang hijau, nyaman, dan berkelanjutan.
Ekoteologi sendiri merupakan pendekatan yang menghubungkan pemahaman keagamaan dengan tanggung jawab manusia terhadap alam. Dalam perspektif Islam, alam bukan sekadar sumber daya yang dapat dimanfaatkan, melainkan juga amanah yang harus dijaga. Prinsip tersebut sejalan dengan ajaran Islam tentang larangan berbuat kerusakan di bumi serta kewajiban menghadirkan kemaslahatan bagi seluruh makhluk.
Bagi mahasiswa PAI, kegiatan ini memiliki nilai strategis dalam membentuk calon pendidik agama Islam yang tidak hanya unggul dalam kompetensi pedagogik dan keilmuan, tetapi juga memiliki karakter peduli lingkungan. Mereka diharapkan mampu mengintegrasikan nilai-nilai ekoteologi dalam proses pembelajaran Pendidikan Agama Islam di sekolah maupun di tengah masyarakat.
Kegiatan ini juga sejalan dengan semangat pengembangan pendidikan Islam yang kontekstual, humanis, dan responsif terhadap tantangan zaman. Persoalan perubahan iklim, kerusakan lingkungan, dan berkurangnya ruang hijau membutuhkan keterlibatan berbagai pihak, termasuk lembaga pendidikan tinggi dan generasi muda.
Ketua Program Studi PAI S1 FITK UIN Sumatera Utara, Dr. Mahariah, M.Ag menegaskan bahwa kegiatan penanaman pohon ini merupakan bagian dari upaya membangun kesadaran ekologis mahasiswa melalui pendekatan keagamaan dan pendidikan. “Ekoteologi tidak boleh berhenti pada wacana akademik atau pembahasan di ruang kelas. Nilai-nilai Islam tentang menjaga alam harus diwujudkan dalam tindakan konkret. Penanaman 50 pohon gaharu dan 100 tanaman bunga krokot ini merupakan langkah sederhana, tetapi memiliki pesan pendidikan yang sangat mendalam, bahwa merawat bumi adalah bagian dari tanggung jawab keagamaan kita,” ungkapnya.
Sementara itu, Sekretaris Program Studi PAI S1 FITK UIN Sumatera Utara, Dr. Nasrun Salim Siregar, S.Th.I., M.Hum., menyampaikan bahwa kegiatan ini memiliki dimensi pedagogis yang penting karena menghadirkan pembelajaran melalui keteladanan dan pengalaman langsung. “Ketika mahasiswa menanam pohon, sesungguhnya mereka sedang belajar tentang amanah, tanggung jawab, kesabaran, dan keberlanjutan. Pohon yang ditanam hari ini mungkin baru memberikan manfaat besar beberapa tahun mendatang, tetapi di situlah letak nilai pendidikannya: kita diajarkan untuk melakukan kebaikan yang manfaatnya melampaui kepentingan diri sendiri,” jelasnya.
Menurutnya, penanaman pohon gaharu dan bunga krokot dapat menjadi pintu masuk untuk memperkuat perspektif ekoteologi dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam, khususnya melalui kajian ayat-ayat Al-Qur’an dan hadis tentang pelestarian alam, larangan membuat kerusakan di bumi, serta keutamaan menanam dan memberikan manfaat bagi makhluk hidup.
Melalui gerakan penanaman pohon ini, Prodi PAI S1 FITK UIN Sumatera Utara menegaskan komitmennya untuk mendorong pendidikan agama yang tidak berhenti pada penguasaan pengetahuan, tetapi juga melahirkan tindakan nyata bagi kemanusiaan dan kelestarian alam.
Diharapkan, kegiatan ekoteologi ini dapat menjadi inspirasi bagi mahasiswa untuk membudayakan perilaku ramah lingkungan, baik di kampus, di lingkungan keluarga, maupun di tengah masyarakat.
PAI FITK UIN Sumatera Utara: Ekoteologi, Menanam Pohon, Menumbuhkan Kepedulian, Merawat Bumi sebagai Amanah Ilahi.









